Jumat, 25 April 2014


Persyaratan:
1.     Peserta terdiri dari dua kategori, berdasarkan umur. Kategori Remaja (usia 15-19 tahun) dan Kategori Dewasa Muda (usia 20-24 tahun). Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan wajib mencantumkan kategori yang diikuti.
2.     Penulisan naskah pidato menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.     Tema pidato mengenai “Kependudukan di Indonesia”, dengan target pendengar sesuai dengan kategori yang dipilih. Topik pidato dapat memilih salah satu dari persoalan pengaruh pertambahan penduduk terhadap pembangunan bangsa di masa mendatang yaitu:
a.      Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi;
b. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kualitas Hidup Manusia, Kehidupan Sosial, Budaya dan Agama;
c.   Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara;
d. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam.
4.    Hasil lomba pidato dikirimkan dalam bentuk VCD serta naskah pidato. Durasi pidato minimal 6 menit, maksimal 8 menit. isi pidato diharapkan mencakup persoalan Kependudukan di Indonesia dan solusi yang ditawarkan.
5.    Hasil lomba pidato tingkat DIY yang dikirim untuk tingkat nasional adalah pada waktu pelaksanaan lomba di DIY, bukan yang diproduksi di studio atau di kantor BKKBN.
6.    Penilaian meliputi cara berpidato dalam bahasa Indonesia, dengan pembawaan yang jelas akan kata yang diucapkan serta menunjukkan ciri keistimewaan Yogyakarta. Pidato bisa disertai contoh lucu, kisah nyata yang dianggap perlu.
7.    Pemenang lomba I, II, dan III seluruh kategori tahun 2013 tidak diperkenankan mengikut kembali lomba di tahun 2014 ini.
8.    Lomba diadakan sejak diumumkan. Rekaman pidato (video) dan naskah dikirimkan per pos atau bisa datang langsung ke Bidang Pengendalian Penduduk, Perwakilan BKKBN DIY Jl. Kenari No. 58 (Timoho) Yogyakarta, paling lambat diterima tanggal 22 Mei 2014.
9.    Pengumuman 10 besar tanggal 10 Juni 2014. Presentasi dihadapan Dewan Juri tanggal 17 Juni 2014. Pemenang I tingkat DIY dikirimkan ke tingkat Nasional
10. Rekaman pidato (video) dan naskah pemenang I tingkat DIY dikirimkan ke BKKBN Pusat cq. Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan (DITPENDUK), Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma - Jakarta Timur 13650, paling lambat tanggal 04 Juli 2014.
11. Tim penilai pusat akan menyeleksi rekaman pidato (video) dan naskah yang dikirimkan peserta untuk penetapan 10 besar terbaik dari 33 provinsi. Dari 10 besar terbaik akan diundang ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 untuk mengikuti lomba penetapan pemenang I, II dan III tingkat nasional (biaya transportasi dan akomodasi peserta ditanggung DITPENDUK).
12. Lomba tingkat nasional akan diadakan di Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 2014.
13. Pemenang terbaik tingkat nasional I, II, dan III akan diundang untuk mengikuti acara peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan mengikuti acara Bapak Presiden dalam Pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI bersama para pemenang lomba tingkat nasional dari instansi lain seluruh Indonesia.
14. Hadiah bagi para pemenang tingkat nasional adalah :
-      Pemenang I, sebesar Rp. 7.000.000
-      Pemenang II, sebesar Rp. 5.000.000
-      Pemenang III, sebesar Rp. 3.000.000
Selain menerima hadiah uang, para pemenang juga menerima sertifikat.
15. Dalam penilaian ini tidak diadakan surat menyurat, dan keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Informasi : Bidang Pengendalian Penduduk, Perwakilan BKKBN DIY.
                 Jl. Kenari No. 58 (Timoho) Yogyakarta. Telp. (0274) 561215, 513422
                 E-mail      : dalduk.bkkbndiy@gmail.com
                 facebook   : ppks kencana bkkbn diy
                 twitter      : @ppkskencanadiy
                 blog         : www.ppkskencanadiy.blogspot.com
                 website    : http://yogya.bkkbn.go.id

                 CP.          : Sofia (08122969183)

Persyaratan:
  1. Peserta terdiri dari dua kategori, berdasarkan umur. Kategori Remaja (usia 15-19 tahun) dan Kategori Dewasa Muda (usia 20-24 tahun). Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan wajib mencantumkan kategori yang diikuti.
  2. Penulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Tema tulisan mengenai “Kependudukan di Indonesia”, dengan target pembaca sesuai dengan kategori yang dipilih.
  4. Topik penulisan kreatif dapat memilih salah satu judul persoalan pengaruh pertambahan penduduk terhadap pembangunan bangsa dimasa mendatang yaitu:
a. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi;
b. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kualitas Hidup Manusia, Kehidupan Sosial, Budaya dan Agama;
c. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara;
d. Pengaruh Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam.
  1. Panjang tulisan, minimal 500 kata, maksimal 2000 kata. Tulisan diharapkan mencakup persoalan Kependudukan di Indonesia dan solusi yang ditawarkan.
  2. Penilaian meliputi cara penulisan dengan bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan, Sistematika Penyampaian, serta Ide Kreatif yang dikemukakan serta menunjukkan cirri keistimewaan Yogyakarta.
  3. Pemenang lomba I, II, dan III seluruh kategori tahun 2013 tidak diperkenankan mengikuti kembali lomba di tahun 2014 ini.
  4. Lomba diadakan sejak diumumkan, dan karya tulis dikirimkan, bisa lewat email atau per pos ke BKKBN provinsi paling lambat diterima tanggal 22 Mei 2014. Email : dalduk.bkkbndiy@gmail.com atau Bidang Pengendalian Penduduk, Perwakilan BKKBN DIY Jl. Kenari No. 58 (Timoho) Yogyakarta.
  5. Pengumuman 10 besar tanggal 10 Juni 2014. Presentasi dihadapan Dewan Juri tanggal 18 Juni 2014. Pemenang I tingkat DIY dikirimkan ke tingkat Nasional
  6. Karya tulis pemenang I tingkat provinsi dikirimkan ke BKKBN Pusat cq. Direktorat Kerjasama Pendidikan Kependudukan (DITPENDUK), Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma - Jakarta Timur 13650, paling lambat tanggal 04 Juli 2014.
  7. Tim penilai pusat akan menyeleksi karya tulis yang dikirimkan peserta untuk penetapan 10 besar terbaik dari 33 provinsi. Dari 10 besar terbaik akan diundang ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 untuk mengikuti lomba penetapan pemenang I, II dan III tingkat nasional (biaya transportasi dan akomodasi peserta ditanggung DITPENDUK).
  8. Lomba tingkat nasional akan diadakan di Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 2014.
  9. Pemenang terbaik tingkat nasional I, II, dan III akan diundang untuk mengikut acara peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus dan mengikuti acara Bapak Presiden dalam Pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI bersama para pemenang tingkat nasional dari instansi lain seluruh Indonesia.
  10. Hadiah bagi para pemenang tngkat nasional adalah:
-      Pemenang I, sebesar Rp. 7.000.000
-      Pemenang II, sebesar Rp. 5.000.000
-      Pemenang III, sebesar Rp. 3.000.000
Selain menerima hadiah uang, para pemenang juga menerima sertifikat.
  1. Dalam lomba ini tidak diadakan surat menyurat, dan keputusan Dewan Juri, tidak dapat diganggu gugat.
  
Informasi : Bidang Pengendalian Penduduk, Perwakilan BKKBN DIY.
                 Jl. Kenari No. 58 (Timoho) Yogyakarta. Telp. (0274) 561215, 513422
                 E-mail      : dalduk.bkkbndiy@gmail.com
                 facebook   : ppks kencana bkkbn diy
                 twitter      : @ppkskencanadiy
                 blog         : www.ppkskencanadiy.blogspot.com
                 website    : http://yogya.bkkbn.go.id

                 CP.          : Sofia (08122969183)

Jumat, 04 April 2014

Sesuai dengan hasil penilaian tes tertulis dan wawancara, maka Panitia Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe DIY tahun 2014, menyampaikan daftar nama berikut ini sebagai 40 finalis Duta Mahasiswa GenRe DIY.

Daftar nama ini kami susun berdasarkan abjad (bukan peringkat).

Finalis Putra
1 Agus Gunadi Jari Mulia UMY
2 Ahmad Suprianto Insan Cendekia STIKES Yogyakarta
3 Alfiyan Ruswanto Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga
4 Andhika Putra Rahardjo Duta Filia UKDW
5 Andy Winata Sagopera STIKES Surya Global
6 Dawud Setiyanto Jari Mulia UMY
7 Fahrul Rozi Sahabat Remaja STIKES Alma Ata
8 Fakhri Falahudin Ahmad Jari Mulia UMY
9 Ikhwan Kholiq Permadi Mahkota Puri STIKES 'Aisyiyah
10 Indra Lesmana Sagopera STIKES Surya Global
11 Indra Putra Prakasa Duta Filia UKDW
12 Lian Abdul Azis Impact Dewantara UST
13 Nyoman Martana UKESMA UGM
14 Sahrianto Sahabat Remaja STIKES Alma Ata
15 Septian Genta Pratama Bumi Cemara UNRIYO
16 Septian Widyanto UKESMA UGM
17 Viant Arsis Vivaldy Sahabat Mentari UAD
18 Vivian Rheza Aditya Fawzi Sagopera STIKES Surya Global
19 Yogi Fikri Ramadhon Bumi Cemara UNRIYO
20 Zein Hawari Anshorullah Impact Dewantara UST


Finalis Putri
1 Alifani Faiz Faradhila UKESMA UGM
2 Anggun Resti Aditiyan Embun Pagi UGK
3 Annisa Novitasari Pelita UAD
4 Annisa Raudhatul Jannah Bumi Cemara UNRIYO
5 Belinda Putri Lestari Jari Mulia UMY
6 Bimby Handisas Arzulmi Bumi Cemara UNRIYO
7 Chamelia Zulfa Safitri Sagopera STIKES Surya Global
8 Devin Elsya Praditama Duta Filia UKDW
9 Dewi Yulian Setiyaning Fahros Laras Hati AKBIDYO
10 Efvina  Goemawati Laras Hati AKBIDYO
11 Eni Yuniasih Mahkota Puri STIKES 'Aisyiyah
12 Evy Purwanti Insan Cendekia STIKES Yogyakarta
13 Imah Nur Chasanah UKESMA UGM
14 Khanza Diah Kurnia Dewi Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga
15 Kharolin Hilda Amazona Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga
16 Nindiya Eka Safitri Sahabat Mentari UAD
17 Rizka Amalia Windriani Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga
18 Rona Dian Bimantari Jari Mulia UMY
19 Sulistiyawati Purnama Dewi Impact Dewantara UST
20 Yosi Widia Ningsih Sahabat Remaja STIKES Alma Ata

Untuk selanjutnya, 40 finalis Duta Mahasiswa GenRe tersebut diharapkan hadir pada Technical Meeting yang akan dilaksanakan pada:
Hari        :   Sabtu
Tanggal   :   5 April 2014
Pukul      :   13.00 WIB
Tempat   :   Ruang Kencana, Perwakilan BKKBN DIY
                 Jalan Kenari No. 58 Yogyakarta
Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Selamat mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Terima kasih.

Panitia Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe
Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2014

Selasa, 24 Desember 2013

Sahabat PPKS, artikel ini masih berkaitan dengan benjolan pada payudara yang pernah kami infokan sebelumnya. Pada artikel ini dijelaskan cara untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi benjolan pada payudara dengan rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Artikel ini kami kutip dari kompas.health.com.

Rutin SADARI Tingkatkan Kemampuan Deteksi Benjolan Payudara

KOMPAS.com - Kanker merupakan penyakit yang mematikan jika tidak disadari dari awal. Semua pakar kesehatan sepakat, semakin dini kanker ditemui maka semakin besar kemungkinannya untuk disembuhkan. Dalam hal ini, deteksi dini pun menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Khususnya bagi kaum hawa, rutin memeriksa payudara sendiri (SADARI) merupakan cara yang paling praktis untuk mendeteksi kanker sejak dini. Namun agar dapat mendeteksinya dengan tepat, melakukan SADARI pun harus dilandasi keterampilan. Dan bagi orang yang baru sekali atau dua kali melakukannya mungkin akan mengalami sedikit kesulitan.

Namun menurut Kepala Subdit Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi, semakin sering melakukannya, wanita akan lebih terampil dalam melakukan SADARI. Bahkan sensitivitas pemeriksaan pun akan meningkat.

"Maka sangat disarankan bagi wanita untuk melakukan SADARI rutin paling tidak satu bulan sekali setelah selesai menstruasi," cetus Niken dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum bertajuk "Transforming Advanced Breat Cancer at Molecular Level", Sabtu (21/12/2013) di Jakarta.

Niken menjelaskan, akurasi SADARI untuk mendeteksi kanker payudara memang tidak setinggi jika menggunakan ultrasonografi (USG) atau mammogram, namun paling tidak SADARI bisa dilakukan sendiri sehingga bisa lebih rutin setiap bulan. SADARI yang dilakukan tidak teratur, kata dia, bisa mendeteksi benjolan pada payudara yang berukuran (diameter) 3,75 sentimeter atau lebih.

Jika dilakukan dengan teratur, imbuhnya, SADARI bisa mendeteksi benjolan yang berukuran lebih kecil yaitu 2,75 sentimeter. Sementara itu, jika sudah terampilan melakukannya benjolan yang berukuran 1,2 sentimeter sudah dapat teraba.

Sebagai perbandingan, mammografi yang dilakukan pertama kali dapat mendeteksi benjolan sebesar 0,6 sentimeter. Sedangkan bila dilakukan secara teratur, teknik tersebut dapat mendeteksi benjolan yang ukurannya 0,2 sentimeter.

Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel payudara yang berubah menjadi ganas. Saat ini, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 35 persen dari total kasus kanker.

Dengan demikian, kami harapkan sahabat dapat melakukan SADARI secara rutin agar dapat mengenali benjolan pada payudara sebagai upaya pencegahan kanker payudara. Bila memang terjadi benjolan pada payudara maka segeralah konsultasi ke dokter. (pd)


Sahabat PPKS, sudah tahu cara membedakan antara benjolan tumor dan kanker pada payudara belum? Bagi kalian yang belum tahu, nih kami bagikan info dari kompas.health.com tentang hal itu. Simak baik-baik ya artikelnya.
Cara Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker pada Payudara

KOMPAS.com - Kanker payudara merupakan ancaman serius bagi kaum hawa. Bagaimana tidak, prevalensinya menempati urutan wahid jenis kanker paling banyak pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Untuk itu, wanita perlu lebih waspada dengan rutin melakukan pemeriksaan pada payudaranya.

Namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Faktanya, hanya 15 persen dari benjolan yang bisa berkembang menjadi kanker. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) Dradjat Ryanto Suardi mengatakan, selain kanker benjolan bisa berupa tumor jinak, namun keduanya tetap perlu diwaspadai.

"Tumor jinak lebih tidak berbahaya daripada kanker karena tidak menyebabkan kegagalan organ yang dihinggapinya," jelasnya dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum dengan tema "Transforming Advanced Breast Cancer at the Molecular Level", Sabtu (21/12/2013) di Jakarta.

Dradjat pun menjelaskan perbedaan keduanya, pertama kanker lebih cepat bertumbuh dibandingkan dengan tumor. Dalam 8-200 hari, sel-sel kanker bisa membelah dengan sangat cepat. Sementara tumor jinak pertumbuhannya lebih lambat.

Kedua, ketika diraba, benjolan kanker terasa padat dan keras. "Sel-sel kanker bila teraba rasanya akan seperti meraba tulang," ujar dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, ini.

Sementara itu, benjolan tumor akan teraba lebih lunak. Dradjat menjelaskan, benjolan tumor pun bisa mengalami pergeseran jika ditekan, tidak seperti kanker yang kaku. Ini karena sel-sel kanker umumnya melakukan infiltrasi (penyusupan) terhadap jaringan-jaringan di sekitarnya, maka sulit untuk digerakan.

"Benjolan akibat kanker yang sudah berkembang lebih lanjut juga menyebabkan perubahan pada permukaan payudara, misalnya puting yang tertarik ke dalam, itu karena infiltrasi tadi," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdit Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi, pemeriksaan payudara yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan sensitivitas pemeriksanya untuk mendeteksi adanya benjolan. Artinya, kemampuan membedakan antara benjolan kanker dan tumor juga meningkat.

"Jika rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, benjolan berukuran 1,2 sentimeter saja sudah dapat teraba," ujar dia.

Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel payudara yang berubah menjadi ganas. Saat ini, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 35 persen dari total kasus kanker.

Bagaimana sahabat, sekarang sudah tahu kan, jangan langsung panik ya bila ada benjolan pada payudara. Kenali jenis benjolannya lalu lakukan pemeriksaan selanjutnya pada dokter. Semoga bermanfaat. (pd)

Senin, 28 Oktober 2013

Setiap orang sesekali pasti pernah mengalami persaaan sedih atau susah. Itulah bagian dari hidup. Tetapi bila seseorang mengalami depresi tanpa habis-habisnya, dapat mengubah jalan pemikiran dan perasaan anda. Bila mengalami kesedihan dalam jangka waktu yang cukup lama, bukanlah hal yang normal dalam kehidupan pada para lanjut usia. Tetapi hal ini memang sering terjadi pada para lanjut usia, dan bahkan sering memerlukan bantuan medis.

Pada kebanyakan orang biasannya depresi akan menjadi baik dengan bantuan medis. “Talk Therapy“, obat-obatan atau cara pengobatan yang lain biasannya dapat meringankan depresi tadi. Sebaiknya para lanjut usia jangan sampai mengalami depresi tersebut.

Banyak alasan mengapa depresi pada lanjut usia tidak diobati atau keliru pengobatannya. Bila seseorang menjadi tua, tanda-tanda dari depresi lebih bervariasi dari usia muda. Tanda-tandanya dapat berupa peningkatan rasa kelelahan, dapat pula sebagai kemarahan atau mudah sekali marah atau mudah tersinggung. Depresi dapat pula sukar diketahui pada para lanjut usia.


Perubahan-perubahan suasana hati dan tanda-tanda depresi dapat disebabkan oleh obat-obatan yang digunakan oleh para lanjut usia untuk mengobati radang sendi (arthritis), tekanan darah tinggi atau penyakit jantung. Memang sering dapat mengalami kesukaran bagi para dokter untuk menemukan depresi. Namun demikian para penderita depresi biasannya menjadi lebih baik dengan pengobatan-pengobatan yang tepat.

Apa yang menyebabkan Depresi?

Sebetulnya tidak ada sesuatau yang menyebabkan depresi. Untuk sementara orang, suatu kejadian pada dirinya sendiri dapat sebabkan sakit.

Depresi dapat diderita oleh seseorang yang memerasa baik-baik saja, yang secara mendadak urusan mengenai kematian dari keluargannya, atau suatu penyakit keras. Pada beberapa orang perubahan- perubahan yang terjadi pada otaknya dapat mempengaruhi suasana hati dan sebabkan depresi. Kadang-kadang mereka yang mengalami banyak stres, dapat merasa depresi. Dan banyak pula mengalami stres tanpa sebab-sebab yang jelas.

Mengobati Depresi

Depresi sering dapat diobati oleh dokter anda, tapi kadang juga tidak terlalu mudah. Dan perlu juga diketahui, meskipun obat-obatan anti depresi sering cukup bermanfaat, tetapi kadang-kadang  pada orang lain kurang cukup manfaatnya dan perlu pula diketahui bahwa obat-obat anti depresi dapat juga sebabkan kelebihan dosis pemakaiannya, yang tentu kurang baik akibatnya. Kadang-kadang famili dan/atau teman dapat sangat berperan dalam mengatasi depresi tadi.

Mencegah Depresi

Apa yang dapat dilakukan dalam usaha untuk mencegah depresi? Bagaimana kita dapat mengatasinya ?
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Cobalah untuk menyiapkan diri pada perubahan-perubahan yang cukup besar dalam hidup anda, seperti pensiun dari pekerjaan, atau anda harus pindah rumah dari rumah anda yang telah anda diami bertahun-tahun. Dapat pula depresi terjadi pada waktu anda kehilangan pasangan hidup, mungkin teman atau saudara dapat membantu mengurangi rasa kesepian. Dapat pula mengembangkan hobi. Melakukan hobi dapat pula membantu pemikiran dan badan anda jadi aktif. Tetaplah selalu berhubungan dengan famili-famili. Biarkan mereka membantu bila anda merasa sangat sedih.

Bila anda harus melakukan pekerjaan yang cukup banyak, cobalah untuk melakukan secara bertahap, sehingga lebih mudah diselesaikan.

Latihan-latihan olahraga dapat juga membantu mencegah depresi atau meningkatkan suasana hati atau mood, bila anda mengalami depresi. Para lanjut usia yang mengalami depresi dapat mendapatkan keuntungan, baik dalam segi mental atau keuntungan fisik dengan melakukan latihan-latihan olahraga yang ringan atau sedang, seperti jalan di luar atau jalan di mall. Dapat pula dengan melakukan berkebun, berenang atau olahraga-olahraga lain. Lakukan apa saja yang anda senang melakukannya. Mulailah dengan 10-15 menit sehari, dan tingkatkan lamanya waktu latihan bila anda mampu. Bila fisik menjadi bugar dan berpola makan seimbang, dapat mencegah sakit, yang dapat sebabkan ketidakmampuan/depresi.

Kami sangat menganjurkan kepada para pembaca, agar selalu melakukan latihan-latihan olahraga yang sesuai dengan kesenangannya secara teratur serta cukup takarannya, agar tidak mudah mengalami depresi. MEMANG OLAHRAGA itu KONTRAK SEUMUR HIDUP.

Artikel ini ditulis oleh dr. Sadoso Sumardjuno, Sp.KO

Sumber : http://www.komnaslansia.go.id

Kamis, 12 September 2013


Apa Arti Penyakit Menular Seksual itu??? Yuuuk kita tengok..
      Penyakit menular seksual (PMS) itu merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual ini akan sangat beresiko bila hubungan seksual dilakukan dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral, maupun anal. Remaja perlu dibantu agar mengenal ciri-ciri penyakit menular seksual lebih mendalam, agar terhindar dari resiko terkena PMS.
Bagaimana dengan akibat terkena penyakit menular seksual ini??...
      Seseorang yang terkena penyakit menular seksual akan menderita sakit parah dalam waktu yang lama, mandul, dan bahkan akan terjangkit penyakit kambuhan.
Nah,.. apa saja jenis-jenis penyakit menular seksual itu?? 
Ini dia jawabannya,..
      1. Gonorrhea/Gonore (GO)
Penyakit menular ini mudah disebut GO. Penyebabnya adalah kuman yang disebut Neisseria Gonorrhoea. Gejala-gejala yang terjadi pada pria antara lain adalah rasa sakit pada saat buang air kecil, keluarnya nanah kental berwarna kuning kehijauan pada saat kencing, serta ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Sedangkan pada wanita 60% kasus tidak memberikan gejala, kalaupun ada, biasanya seperti terdapat keputihan kental berwarna kekuning-kuningan dan ada rasa nyeri di rongga panggul.
GO dapat pula ditemukan pada dubur, tetapi agak jarang. Gejalanya berupa nyeri dan keluar nanah, kadang-kadang ditemukan pula pada tenggorokan dengan tanda nyeri ketika menelan makanan.
GO dapat diturunkan dari orangtua/ibu kepada bayinya. Tandanya adalah dengan ditemukannya radang dan cairan nanah yang kental pada selaput mata bayi atau pada bayi perempuan ditemukan pada vaginanya

Senin, 09 September 2013

Tema penyelenggaraan Lomba Komedi GenRe "Saat yang Muda, yang Berencana"
Sub Tema :
  • Nikah Muda Banyak Problema 
  • Kini Berencana, Sukses Masa Depannya 
1. Satu kelompok terdiri 2-5 orang (usia 13-25 tahun)
2. Waktu penampilan 10 menit ( dimulai dan diakhiri dengan tanda )
3. Bahasa Indonesia
4. Sebelum tampil harus menyampaikan yel-yel yang berkaitan dengan tema (boleh menggunakan alat-alat pendukung)
5. Pakaian bebas, rapi, lebih diutamakan yang bisa menampilkan ciri daerah
6. Aspek yang dinilai :
  • Isi Pesan 60% 
  • Etika dan Estetika 30 % 
  • Ketepatan Waktu 10 %